• Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
  • +6281398300644

Surat Edaran No. 073/S.Ed/MTQMTQ/II/2021


Mempertimbangkan :

  1. SK Gubernur Jabar Nomor: 443/Kep.321-Hukham/2020 tentang Protokol Kesehatan untuk Pencegahan dan Pengendalian Covid 19 di lingkungan Pondok Pesantren.
  2. Keputusan Bupati Bogor Nomor 443/141/Kpts/Per-UU/2021 tanggal 8 Februari 2021 tentang Perpanjangan Kesepuluh PSBB pra adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat sehat, aman dan produktif melalui Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro di Kabupaten Bogor.
  3. Hasil Musyawarah Tim Satgas Covid-19 Pesantren Tahfidz Al Qur’an Mataqu tanggal 24 Februari 2021.


Dengan ini Pimpinan Pesantren Tahfidz Qur’an Mataqu setelah menimbang dan memperhatikan masukan dan bermusyawarah, menyampaikan hal sebagai berikut:

1. Pesantren Tahfidz Al Qur’an Mataqu memutuskan bahwa masa PSBL di Mataqu tidak akan diperpanjang. Keputusan ini diambil mengingat bahwa berdasarkan data dan masukan dari Tim Satgas Covid-19 Mataqu, bahwa di Pesantren Akhwat Alhamdulillah tidak lagi ditemukan santri yang bergejala.

2. Pesantren Tahfidz Al Qur’an Mataqu dalam menjalankan KBM di masa bukan PSBL ini tetap akan melakukan aturan karantina dan isolasi di Pondok dengan menerapkan protokolkesehatan yang ketat dan terukur dimana pelaksanaan teknis di lapangannya dilaksanakan sesuai SOP dan protap yang sudah ditetapkan oleh Tim Satgas Covid-19 Mataqu.

3. Dimasa bukan PSBL ini, maka Pesantren tetap memberikan pilihan kepada Santri untuk memilih pola pembelajaran KBM, yaitu:

  1. Diperbolehkan datang ke pondok untuk mengikuti KBM tatap muka dengan syarat siap mematuhi sepenuhnya aturan dan protap protokol kesehatan yang diberlakukan oleh Tim Satgas Covid Mataqu (syarat dan ketentuan berlaku), atau;
  2. Diperbolehkan tetap mengikuti KBM melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan metode setoran Al Qur’an online dengan alasan karena pandemik.

4. Aturan Protokol Kesehatan yang harus ditaati dan dipatuhi oleh Wali Santri dan Santri yang melakukan KBM tatap muka adalah sebagai berikut:

  1. Tidak melakukan kunjungan apapun dari Wali Santri, kecuali Wali Santri yang sudah dihubungi oleh Wali Asrama untuk menjemput anaknya yang sedang sakit.
  2. Semua karyawan dan asaatidz serta santri pesantren tetap bermasker.
  3. Penjagaan sekuriti/satpam gerbang tetap diperketat dimana gerbang akan selalu tertutup.
  4. Tidak melakukan kegiatan keluar pondok secara berkelompok dan berkerumun (Misal; jogging, futsal, dll)
  5. Tetap menggalakkan kegiatan berjemur dan minum suplemen penguat imun bagi santri setiap hari
  6. Tetap tidak memperkenankan masuk pedagang luar untuk berjualan di dalam maupun di dekat area pesantren.
  7. Pengecekan paket untuk disemprot disinfektan terlebih dahulu sebelum diberikan ke santri atau karyawan.
  8. Bagi santri yang melakukan kedatangan ke Pondok, maka tetap Wajib menyerahkan hasil Swab Anti gen dan atau PCR Swab dengan tanggal surat yang dikeluarkan tidak lebih dari 2 (dua) hari dari tanggal pelaksanaan Swab tersebut. Adapun bagi yang tidak membawa surat hasil swab antigen/PCR tetap tidak akan diperbolehkan masuk pondok sebelum di Swab antigen terlebih dahulu di Klinik terdekat.
  9. Bagi santri sakit yang bergejala, maka akan dilakukan tes swab antigen dan isolasi mandiri (isoman) dimana teknis pelaksanaannya akan dikomunikasikan oleh Tim Satgas Covid-19 Mataqu kepada Wali Santri yang bersangkutan dan biaya tes swab antigen tersebut ditanggung oleh wali santri.

5. Bagi santri yang akan melakukan kedatangan KBM tatap muka ke pondok, maka Wali Santri tetap WAJIB melakukan konfirmasi kedatangan:

a. Untuk santri Putra ke Wali Asrama Putra, Ust. Rachmat Adhiputra K (HP/WA : 0812-1895-9628)

b. Untuk santri Putri ke Wali Asrama Putri, Ustzh. Nurani Niandiati (HP/WA: 0813-6834-4883)

6. Bagi Wali santri yang ingin tetap mengetahui perkembangan Update Penanganan Gejala Covid-19 Mataqu dapat menghubungi Ketua Bidang Komunikasi, Informasi dan Edukasi Tim Satgas Covid-19 Mataqu, Ust. Rachmat Adhiputra Kusumah (HP/WA : 0812-1895-9628)

7.Pembatasan Sosial berskala Lokal (PSBL) di Pesantren Tahfidz Al Qur’an Mataqu sewaktu-waktu dapat diaktifkan kembali jika ditemukan santri atau karyawan yang bergejala.


Demikian perihal ini kami sampaikan kepada pihak-pihak yang membutuhkannya untuk
diketahui sebagaimana mestinya.

Bogor, 28 Februari 2021
Pesantren Tahfidz Al Qur’an Mataqu
Direktur,

 

 


Imam Fauzian, SS

 

Tembusan :

  1. Ketua Yayasan Kampung Qur’an Mataqu
  2. Direktur Utama Pesantren Tahfidz Al Qur’an Mataqu